Kerangka Acuan

  • Abstraksi

    Waterfalls Plunge Into The Abyss (Air Terjun Jatuh Ke Palung) adalah seni interdisipliner bertema waktu. Kisahnya mengenai sekelompok orang dari Banyuwangi yang mencoba untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran karena waktu di dunia telah hilang terenggut.

    Tema waktu tersebut merupakan amalgamasi antara uraian filosofi waktu oleh St Augustine de Hippo dalam karya berjudul Confession dan observasi terhadap sosok Kala, yang terdapat di dalam legenda terjadinya gerhana dalam mitologi Jawa.

    Sebagai seni interdisipliner, hasil akhir dari karya seni ini akan ditampilkan dalam bentuk seni tampil (performance art) dengan durasi 70 menit; berupa gabungan antara seni tari, seni musik Kuntulan dari Banyuwangi, seni teater, dan seni media.

  • Referensi

    Waterfalls Plunge Into The Abyss (Air Terjun Jatuh Ke Palung) telah dipentaskan di Gesibu, Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia pada tanggal 9 Desember 2016.  Pementasan tersebut sukses, dan berhasil mengundang 3000 penonton. Arsip karya ini bisa diakses di www.palung.net untuk dijadikan referensi tentang apa dan bagaimana bentuk dari karya ini.

  • Maksud dan Tujuan

    Maksud dan tujuan kegiatan penyelenggaraan kegiatan ini adalah:    

    a.                   Merupakan kontribusi kegiatan pengembangan pariwisata di Indonesia.

    b.                   Mempererat kerja sama internasional melalui kegiatan seni

    c.                   Ajang pembelajaran lewat kegiatan kolaborasi seni antara seniman lokal dan internasional

    d.                   Ajang kegiatan eksperimen gerak tari, musik, dan multimedia.

    e.                   Embrio misi kebudayaan

    f.         Memperkenalkan ragam budaya Banyuwangi ke dalam khasanah seni kontemporer dalam kancah nasional dan internasional.

  • Pendukung Pagelaran Pertama

    Dalam pagelaran pertama, dukungan diberikan dalam bentuk non-finansial oleh  Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi. Mereka  telah memberikan ijin dan penggunaan stadion Gesibu dan fasilitasnya termasuk bantuan berupa lighting  sederhana.  Departemen Pariwisata Banyuwangi juga memberikan bantuan berupa pengadaan poster, undangan, serta pengadaan camilan.

    Pendukung yang lain adalah  Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta, Surabaya, dimana di kampus ini telah dilakukan lokakarya dan penyusunan (remounting) karya. Sebagian besar casting dari karya ini juga berasal dari mahasiswa yang menempuh kuliah di sekolah ini.

    Beberapa seniman dari Australia juga mendukung pagelaran pertama ini, dan menjadi bagian dari pagelaran, baik sebagai petampil maupun sebagai pendukung teknis.  Tidak ketinggalan, seniman lokal dari Banyuwangi juga memberikan dukungan sebagai musisi dan petampil.

    Karya ini merupakan ciptaan dan ditulis oleh Bambang N Karim, seorang seniman internasional yang lahir di Indonesia, namun hidup dan berkiprah di Australia. Dalam pagelaran di Banyuwangi, Bambang mendapat dukungan dari Australia Council for The Arts , Australia.

    Model dukungan dan suport seperti yang dikemukakan di atas itulah yang akan dijadikan sebagai referensi tentang bagaimana dan apa bentuk-bentuk dukungan dan sponsorship dalam pementasan selanjutnya di tempat lain.

    Secara ringkas, dengan catatan apabila kegiatan ini akan dilaksanakan sebagia kegiatan not for profit, maka item-item dukungan yang diperlukan dalam pementasan di tempat lain adalah:

    a.                   Surat Ijin

    b.                   VISA misi budaya untuk artist yang berasal dari Australia

    c.                   Transportasi

    d.                   Airline cost

    e.                   Akomodasi untuk staf, musisi, dan artist

    f.                    Akomodasi untuk tamu Australia

    g.                   Ruangan atau kantor untuk headquarter

    h.                   Biaya produksi

    i.                     Artwork Royalty

    j.                     Artist Fee

    k.                   Publikasi

  • Kolaborasi dan Community Development

    Karya seni ini juga menekankan pada aktivitas kolaborasi  dan pembangunan komunitas. Sebagaimana halnya proses yang dilakukan pada saat penciptaan di Surabaya dan Banyuwangi, maka terbuka kesempatan apabila ada gagasan untuk dilakukannya suatu kolaborasi dengan komunitas seni setempat. Bentuk-bentuk kegiatannya biasanya berupa lokakarya (workshop) .

  • Pendanaan dan Kegiatan not for profit

    Karya seni ini merupakan kegiatan not for profit. Namun demikian, royalty dan intelectual property harus dibayar. Untuk besarnya royalty yang harus dibayar, silakan untuk menghubungi kami. Sementara itu, seniman, pekerja yang terlibat di dalamnya akan tetap menerima uang penghargaan sesuai dengan kontrak perjanjian. Sedangkan untuk ongkos produksi dan pelaksanaan pementasan,  direncanakan untuk ditanggung bersama antara pihak pendukung ditambah dengan sponsorship.

  • Jajak Waktu

    Pada tanggal 9 Desember 2016 telah dilakukan pertunjukan Waterfalls Plunge Into the Abyss di Gesibu Banyuwangi.

    Pada bulan April 2017, Bambang N Karim dan Bekti Wartanti melakukan pembicaraan tentang kemungkinan pementasan di Jakarta.

    Pada bulan April 2017, Bambang dan Bekti bertemu dengan Arum Kusuma Ning Tyas dan Mery Kurniawan untuk diskusi dan saran pementasan di Jakarta.

    Pada bulan April 2017, Bambang, Hari, Pak Rofiq, bertemu dengan Bapak Djarianto - Kepala Dinas Pariwisata Jawa Timur. Hasil dari pertemuan itu adalah kesanggupan dari Dinas Pariwisata Jawa Timur untuk menjadi kurator/produser pementasan Waterfalls Plunge Into The Abyss di Jawa Timur.

    Pada bulan April 2017, Bambang, Hari dan Pak Rofiq mengadakan peninjauan lokasi di Pandaan Jawa Timur dan beberapa tempat di Surabaya

  • Waktu dan Tempat Pertunjukan

    Pertunjukan diusulkan untuk dilaksanakan pada bulan Desember 2017, jam 8 malam ke atas di Surabaya dan Jakarta. Untuk kepastian, selalu kunjungi halaman ini.

  • Organisasi

    Bambang N Karim berlaku sebagai Pencipta dan Penulis, Sutradara (Director), dan Media artist.  Hari Wirawan akan berlaku sebagai Creative Consultant.  Pada pagelaran di Surabaya, Bekti Wartanti akan bertindak sebagai Executive Producer. Nama-nama tersebut merupakan principal contact dan di bawah masing-masing nama tersebut akan terdapat susunan anggota lain.

    Jajaran pendukung yang memperkuat karya seni pada saat dipentaskan di Gesibu, Banyuwangi ini adalah Sahuni - seniman Kuntulan dan Kundaran legendaris dari Banyuwangi, kemudian Supinah, petampil dan sinden dari Banyuwangi, 20 mahasiswa Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya, dan 20 seniman Kundaran dari desa Singojuruh, Banyuwangi.

    Personal dari Australia yang memperkuat karya pada saat pementasan di Banyuwangi ini adalah Reuben Lewis, seorang trumpeter, serta Taran Ablitt yang akan berlaku sebagai Direktur Teknik.

  • Sponsor

    Rencana anggaran pemasukan dan pengeluaran akan disusun segera setelah ada expression of interest terhadap proposal ini.  Jumlah pengeluaran akan ditanggung bersama antara pihak pendukung dan sponsor. Sponsorship apapun akan diterima denan senang hati dan tidak harus berupa dalam bentuk uang. Imbal balik untuk sponsor adalah:

    ·    Dicantumkan sebagai pendukung kegiatan ini di semua kegiatan publikasi dan marketing

    ·         Mendapatkan undangan dan prioritas tempat duduk

BeebsAcuan